Analisis Wacana
Saat ini informasi begitu berlimpah, hal ini sejalan dengan semakin banyak, beragam dan canggihnya industri media informasi dan komunikasi. Mulai cetak hingga elektronik menawarkan berita dan sensasi. Disisi lain kita juga dapat mulai memahami serta menyaksikan kebebasan yang dimiliki oleh pegiat HIV dan AIDS dalam pemberitaan yang mengiringi reformasi politik dan birokrasi. Berita - berita HIV dan AIDS yang mengandeng isu ekonomi, sosial, budaya dan politik tumpah ruah sekaligus berhamburan dan menyerbu setiap saat. Gosip, humor dan intrik para pegiat HIV dan AIDS gencar menuntut perhatian.
Seringkali kita dibuat bingung oleh banyaknya berita, tingkat pertanyaan kita mengenai kebenaran sebuah berita acap kali dipengaruhi oleh kedekatan kita serta motivasi kita untuk mempercayai sesuatu. Banyak bukti dan sejarah dimana komunitas dan masyarakat mudah diprovokasi oleh 'pemberitaan'. Tak jarang juga kita dibuat kaget oleh kemunculan sebuah berita yang 'tiba-tiba', 'asing' dan 'berani'.
Walaupun kita bingung, kita dapat mempelajari lebih jauh bagaimana dan mengapa berita - berita itu dihadirkan. Kita dapat mengetahui motif-motif politik dan ideologis tertentu yang ber(ter) sembunyi dibalik teks-teks tersebut. Secara sederhana, cara membaca yang mendalam dan lebih jauh ini disebut ANALISIS WACANA.
Kita dapat mempelajari bahwa selama ini kita telah banyak mengalami 'provokasi' sehingga langkah-langkah bodoh yang dikemas melalui kegiatan heroik (kepahlawanan) dilakukan namun tanpa dampak yang berarti kecuali untuk mempopulerkan beberapa nama serta pemenuhan ego pribadi-pribadi maupun institusi yang bermain mengusung berita tersebut.
Mari kita bersama belajar analisi wacana sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang mudah menelan Provokasi.






