Resolusi Pencegahan dan Pengobatan Hepatitis diadopsi oleh WHA 63

Resolusi yang digerakan bersama oleh Brazil, Kolombia dan Indonesia yang telah mendapatkan persetujuan Dewan Eksekutif WHO untuk pertama kalinya telah mengenali dampak Global dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan serta pengobatan bagi Hep B dan Hep C.

Menteri Kesehatan RI, Dr Endang Rahayu Sedyaningsih, dalam pernyataan didepan Dewan Eksekutif WHO, menjelaskan pentingnya resolusi untuk membantu negara - negara berkembang di dunia untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan penanganan penyakit Hepatitis. Resolusi dimaksudkan untuk mendorong pentingnya kerjasama dan bantuan teknik untuk survailans, serta akses dan harga vaksin hepatitis B yang terjangkau, dan akses universal terhadap pengobatan, khususnya di negara berkembang. Dengan disahkannya resolusi/keputusan ini akan meningkatkan peran WHO dan mendorong semua negara melakukan pencegahan dan penanganan hepatitis, ujar Menkes.

Sementara itu anggota Delegasi RI, Dr. David H. Muljono, memperkirakan 500 juta manusia di dunia terinfeksi hepatitis B dan C, dan lebih dari 600 ribu orang di dunia meninggal akibat komplikasi dari hepatitis B dan C setiap tahunnya. Data WHO menunjukkan bahwa dari berbagai penyebab kanker, lima sampai 10 persen disebabkan hepatitis B dan C. Dari seluruh carrier hepatitis B di dunia, sekitar 75 persen terdapat di wilayah Asia-Pasifik.

Resolusi ini adalah hasil dari kampanye tanpa lelah yang dilakukan oleh ratusan kelompok terinfeksi Hepatitis dilapangan. Aliansi Hepatitis Dunia / 'World Hepatitis Alliance' akan mencari cara untuk bekerjasama dengan pemerintah dan WHO untuk memulai kerja - kerja dalam pengurangan infeksi baru dan dukungan bagi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia, tutur Charles Gore - President of World hepatitis Alliance.

WHA telah menyelenggarakan sebuah kerangka kerja yang kuat untuk mengapai pengembangan pencegahan, diagnosa, pengobatan dan kesadaran.

Resolusi ini secara jelas menyatakan:

  • Aksi Global terkoordinasi untuk menghadapi virus Hepatitis dengan dukungan sumberdaya.
  • Menyetujui bahwa tanggal 28 Juli sebagai hari Hepatitis sedunia yang akan diselenggarakan di tingkat Nasional dan Internasional sebagai bagian kampanye kesadaran.
  • Menghimbau WHO untuk segera mengembangkan pendekatan menyeluruh pada pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.

BRAVO ADVOKASI BIJAK!

Materi terkait dapat dipelajari diunduh di http://apps.who.int/gb/ebwha/pdf_files/WHA63/A63_15-en.pdf