Kunjungan Direktur Eksekutif GFATM ke Indonesia 23 - 24 Juni 2010

Executive Director GF (Global Fund), Michel Kazatchkine melakukan kunjungan ke Indonesia untuk serangkaian kegiatan. Agenda kedatangan Michel Kazatchkine ke Indonesia selama 2 hari (23 – 24 Juni 2010) untuk bertemu dengan beberapa stake holder dan JOTHI (Jaringan Nasional Orang Terinfeksi HIV Indonesia) untuk secara khusus membicarakan hal-hal yang terkait dengan dukungan GF di Indonesia.

Dalam kunjungan Michel Kazatchkine ke Indonesia, selain melakukan penandatanganan dukungan GF R-9 bagi Indonesia dan beberapa agenda diskusi dengan stake holder terkait implementasi dukungan GF bagi Indonesia, Michel Kazatchkine juga diagendakan untuk melakukan diskusi mengenai implementasi prinsip GIPA (Greater Involvement of People with AIDS) dalam perencanaan dan implementasi program dengan dukungan GF. Dalam diskusi Michel Kazatchkine dengan JOTHI sebagai jaringan nasional orang terinfeksi HIV di Indonesia mewakili seluruh anggota organisasi dan orang terinfeksi HIV di Indonesia, akan berdiskusi mengenai situasi yang terjadi pada implementasi program dukungan GF dalam ronde-ronde sebelumnya serta strategi kedepan mengenai rencana teknis penerapan prinsip GIPA terkait dengan program-program yang dikembangkan dari dukungan pendanaan GF R-9.

Belakangan ini dinamika mengenai dukungan GF yang diimplementasikan melalui program-program penanggulangan di Indonesia khususnya untuk program HIV dan AIDS, sedang banyak menjadi sorotan. Baik dalam kelompok masyarakat umum sebagai objek program, masyarakat pemerhati penanggulangan HIV dan AIDS, kelompok populasi kunci maupun pada kelompok pelaksana program termasuk individu yang bekerja dalam tataran managemen serta individu sebagai staff implementing unit. Bermacam sorotan terhadap masalah yang muncul pada pelaksanaan program dukungan GF di Indonesia, dari masalah keterlambatan pembayaran gaji staff implementor sampai dengan adanya anggapan soal ketidak transparanan proses-proses yang terkait GF.

Meskipun banyak ketidakpuasan yang muncul terhadap implementasi program GF di Indonesia, namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa dukungan GF dalam program penanggulangan khususnya HIV dan AIDS dirasakan sangat membantu. Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini dukungan pendanaan GF mencakup hal-hal yang sangat krusial dalam program penanggulangan HIV dan AIDS, baik dalam aspek pencegahan maupun dukungan.

Sebagai contoh pada awal tahun 2007 obat ARV untuk dikonsumsi orang terinfeksi HIV di Indonesia terputus dikarenakan untuk sementara waktu dukungan GF dihentikan. Penghentian dukungan pendanaan GF Kisruh dana GF bermula dari hasil audit internal, Desember 2006. Auditor independen PricewaterhouseCooper menemukan adanya penyimpangan penggunaan dana. Diduga, dana yang bocor mencapai Rp 5 milyar. Diantara dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu diperkirakan mengalir kesatu Yayasan dimana pimpinan yayasan tersebut adalah juga merangkap sebagai principal recipient (PR). Situasi diatas menjelaskan bahwa sejauh ini dukungan GF masih sangat dibutuhkan Indonesia, tetapi konsekuensi lainnya adalah sebuah tanggung jawab. Dukungan yang diberikan GF adalah wujud dari kepercayaan negara-negara penyumbang dana GF, selain Indonesia sebagai negara concentred level epidemic, Indonesia juga dipandang sebagai negara yang memiliki kredibilitas untuk dapat mengelola dukungan pendanaan GF.

Kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan harus dijaga sebagai sebuah mandat, dan tanggung jawab tersebut bukan hanya harus dipikul oleh pengelola managemen dan program, tetapi harus ditanggung oleh semua pihak yang terkait serta kelompok penerima manfaat program yang didukung dari pendanaan GF. Benarkah cuma dana GFATM yang bocor? Bagaimana dengan dana - dana hibah lainnya di Indonesia. (API)

 

Komentar

Penggunaan dana ini harus

Penggunaan dana ini harus transparan supaya kita dpt memonitor penggunaannya spy tdk terjadi lg ke'bocor'an dana lg...smg semua pihak dpt bertanggung jwb dlm penggunaannya...salam perjuangan..

Beri Komentar Baru

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options